Let me introduce myself... Dikenal sebagai mahasiswi "tukang" belajar ditambah dengan titel sebagai "asistennya Mas Japro" membuat saya tidak bisa lari (lagi) dari dunia statistik dan kawan-kawannya...
Kenapa saya menggunakan kata "lagi"? Yaaa... Karena saia memang pernah mencoba berkali-kali lari dari yang namanya Statistik dan pengantarnya yang sudah saya dapatkan dari masih cilik dulu. Dari mana? Yaa dari pelajaran universal bernama MATEMATIKA.
Saya masih inget banget betapa susahnya saya menghafalkan perkalian 1-9, hingga membuat anak tangga bertuliskan cm, dm, dan kawan-kawannya... Jadi, tidak mengherankan nampaknya kalo waktu SD duluuuuu, nilai matematika saya ya kisarannya "do-re-mi-fa-sol" (bahkan "la-si" seringkali hanya ada di dalam mimpi... *huuks*).
Masuk SMP, saya membiarkan diri saya tetap menghindari matematika. Nilai yang terpampang di NEM hasil UAN SMP saya mungkin bisa menjelaskan semuanya. Di saat hampir seluruh nilai biru dan indah membentuk angka 8, tiba-tiba ada sebuah angka 5 yang merusak keindahannya. (Yup, Mr. Mathematic did that!).
Tidak berhenti sampai di situ, waktu masuk SMA, saya (lagi-lagi) tidak mau bersahabat dengan Matematika dan kawan-kawannya di mata pelajaran IPA. Dengan melakukan rasionalisasi di sana-sini, akhirnya saya bisa meyakinkan diri bahwa saya jatuh cinta setengah mati pada IPS, dan tidak sama sekali pada IPA. Akhirnya, saya menempuh jurusan IPS yang minim hitung-hitungan itu.
Yaaah, itulah kurang lebih perjalanan saya di dalam comfort zone yang bebas dari matematika dan kawan-kawannya. Panjang yaa? Kurang lebih 17 tahun hidup saya telah dihabiskan dengan memusuhi matematika. Sampai akhirnyaaaaaa............
Dengan banyak pertimbangan (kalo diceritain satu-satu, ngga akan kelar 1 blog... hehe :D), saya memutuskan untuk masuk jurusan Psikologi saat kuliah... Dari sebelum masuk kuliah, saya sudah mendengar dari guru saya bahwa di Psikologi, saya akan berteman dengan kerabat dekatnya matematika, yaitu Statistik. Sempat terserang malas luar biasa, tapiii saia pikir ya sudahlah, toh saya ngga akan hanya mempelajari Statistik sampai lulus selama 8 semester.
Di semester 1 bertemu dengan Statistik 1, perkenalan yang luar biasa dan penuh warna! Saya mulai menyadari bahwa saya punya curiousity di bidang yang satu ini. Terbukalah mata saya bahwa Statistik ataupun matematika ternyata tidak hanya berisi pelajaran menghitung, tapi juga bisa mengajari hal-hal yang lebih dalam. Ketika saya memahami konsep di balik sebuah rumus, WAAAW, luar biasa bangganya saia dengan diri saya sendiri...!
Di Statistik 2 dan Statistik Non-Parametrik yang sudah lebih aplikatif pun saya merasakan sensasi yang sama. Intinya adalah saya tidak mau hanya belajar menghitung (secara saya udah kenyang belajar menghitung dari TK duluuu... sama donk?? hihi...).
Selanjutnya, saya pun berkenalan dengan Psikometri dan Konstruksi Tes yang mengantarkan saya perlahan-lahan kepengen keluar dari comfort zone. Pikiran saya saat itu adalah, kalau saya tidak mau mengajak diri saya sendiri untuk keluar dari comfort zone yang bebas dari matematika, statistik, dan kawan-kawannya, maka saya pasti akan terseok-seok di "medan peperangan" psikometri dan kontes.
Jadiii, saya ajak diri saya perlahan-lahan pergi dari comfort zone itu... Alhasil, saya jadi lebih ikhlas dan rela kerja keras, rajin baca buku tentang penyusunan alat tes... And Then... Lulus Psikometri, Lulus Kontes... Legaaaa!!
-The End-
(Beluuum donk!) :D
Suatu hari, saat kesibukan kontes sudah menghilang dan saya mulai berniat kembali ke dalam comfort zone, datanglah tawaran untuk menjadi asisten Mas Japro...
Sempet speechless... (kok sepertinya memang ngga bisa kembali ke comfort zone itu yaaah?)
Then, I think fast! Really fast.... Dan menerima tawaran itu...
Hari itu juga, saya memutuskan untuk meninggalkan comfort zone itu (semoga untuk seterusnyaaaa...)!
Dipikir-pikir, ngga ada ruginya kok meninggalkan comfort zone untuk jadi orang yang lebih berkembang, lebih berani, dan tidak berusaha membohongi diri sendiri... :D
(Ada yang setujuuuuu?? XD)
Finally, saya keluar dari comfort zone untuk membantu teman-teman yang membutuhkan bantuan juga (mungkin ada yang mau dibantu untuk keluar dari comfort zone-nya masing-masing... hehe...)
Okey, WELCOME everyone...!
Selamat berjuang dan bersenang-senang di dunia Statistik dan Penyusunan Alat Tes Psikologi...!
-Retha Arjadi-
Goodbye Comfort Zone!
Posted by Thatung at 11:30 PM Labels: Psikometri, Statistik Saturday, March 14, 2009
Statistik
Istilah yang sudah sering sekali saya dengar sejak saya duduk di bangku SMP, SMA bahkan sampai saya duduk di bangku perkuliahan di fakultas psikologi. Mata kuliah ini memang sering kali jadi momok bagi teman-teman yang membenci angka,rumus dan antek-anteknya.
Namun untuk saya pribadi, saya sangat bersorak ketika saya tahu bahwa ada pelajaran yang bersifat hitungan dan eksakta di psikologi. Tadinya saya berpikir, sampai saya lulus saya akan berkutat dengan buku tebal penuh dengan bacaan (dengan bahasa inggris pula!), analisa kasus yang mengandalkan teori dan persepsi masing-masing individu, dll yang saya sendiri merasa semuanya mengawang-awang. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah.
Nah,ketika saya tahu bahwa ada pelajaran statistik, saya merasa akan bisa sedikit menyalurkan kesukaan dan kemampuan saya dalam bidang angka-angka khususnya matematika
Diawal kuliah statistik, saya mulai merasa ada yang berbeda antara statistik yang ada dalam pikiran saya dengan apa yang diberikan. saya baru menyadarii, oouw, sepertinya tidak akan semudah itu.
Ada yg disebut dengan konsep-konsep statistik
Arghhh....rasanya menyebalkan sekali mendengarkannya. Mengapa statistik ini bukan hanya berkutat dengan data-data, rumus dan menggambar grafik seperti yang saya pikirkan?
Mengapa ada jenis-jenis skala, jenis-jenis test untuk pengujian hipotesis beserta konsep penggunaannya, atau istilah korelasi, regresi, effect size dan istilah menyebalkan lainnya yang sebelumnya tidak pernah saya dengar?
Mata kuliah ini sepertinya akan menjadi momok untuk saya juga. Itulah sedikit gambaran perasaan saya ketika pertama kali berhubungan dengan mata kuliah statistik di Fakultas Psikologi.
Seiring jalannya waktu, saya mulai berusaha untuk menikmati saja setiap materi dalam statistik ini.
Dan tanpa saya sangka-sangka, konsep-konsep dalam statistik itu justru terasa semakin menarik karena saya bukan belajar untuk mengaplikasikan saja, tapi saya tahu mengapa dan kapan saya harus mengaplikasikan nya pada data-data yang ada.
Ketika memahami setiap konsep yang ada, lalu tahu kapan harus digunakan, sampai akhirnya saya bisa menganalisis data yang ada, ada kepuasan tersendiri yang saya rasakan.
Sekarang saya mengenal statistik sebagai suatu keseluruhan bukan hanya sebagai “proses menghitung” nya saja..
Mungkin statistik yang sudah saya pelajari masih sebagian kecil dari statistik yang sebenarnya..
Namun saya yakin, statistik akan tetap menyenangkan jika saya tetap mau menikmatinya setiap prosesnya seperti yang saya lakukan sekarang..
Mari Berhitung!
Posted by mbakDos at 11:38 PM Labels: Psikometri, PWD 203, PWD 222, Statistik Saturday, March 7, 2009Masih belum percaya juga bahwa kuliah di Psikologi ternyata ada hitung-hitungan?
Yaahh… kadang-kadang kenyataan memang tidak menyenangkan, kok… Tapi daripada disesali, dan tetap tidak akan menghapuskan hitung-hitungan itu dari matakuliah yang wajib diambil, mungkin ada baiknya jika mulai menikmatinya saja.
Lagipula, kata siapa berhitung itu selalu menyebalkan?! :D