Ini baru statistik

Saturday, March 14, 2009

Statistik


Istilah yang sudah sering sekali saya dengar sejak saya duduk di bangku SMP, SMA bahkan sampai saya duduk di bangku perkuliahan di fakultas psikologi. Mata kuliah ini memang sering kali jadi momok bagi teman-teman yang membenci angka,rumus dan antek-anteknya.

Namun untuk saya pribadi, saya sangat bersorak ketika saya tahu bahwa ada pelajaran yang bersifat hitungan dan eksakta di psikologi. Tadinya saya berpikir, sampai saya lulus saya akan berkutat dengan buku tebal penuh dengan bacaan (dengan bahasa inggris pula!), analisa kasus yang mengandalkan teori dan persepsi masing-masing individu, dll yang saya sendiri merasa semuanya mengawang-awang. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah.
Nah,ketika saya tahu bahwa ada pelajaran statistik, saya merasa akan bisa sedikit menyalurkan kesukaan dan kemampuan saya dalam bidang angka-angka khususnya matematika
Diawal kuliah statistik, saya mulai merasa ada yang berbeda antara statistik yang ada dalam pikiran saya dengan apa yang diberikan. saya baru menyadarii, oouw, sepertinya tidak akan semudah itu.
Ada yg disebut dengan konsep-konsep statistik
Arghhh....rasanya menyebalkan sekali mendengarkannya. Mengapa statistik ini bukan hanya berkutat dengan data-data, rumus dan menggambar grafik seperti yang saya pikirkan?

Mengapa ada jenis-jenis skala, jenis-jenis test untuk pengujian hipotesis beserta konsep penggunaannya, atau istilah korelasi, regresi, effect size dan istilah menyebalkan lainnya yang sebelumnya tidak pernah saya dengar?

Mata kuliah ini sepertinya akan menjadi momok untuk saya juga. Itulah sedikit gambaran perasaan saya ketika pertama kali berhubungan dengan mata kuliah statistik di Fakultas Psikologi.

Seiring jalannya waktu, saya mulai berusaha untuk menikmati saja setiap materi dalam statistik ini.

Dan tanpa saya sangka-sangka, konsep-konsep dalam statistik itu justru terasa semakin menarik karena saya bukan belajar untuk mengaplikasikan saja, tapi saya tahu mengapa dan kapan saya harus mengaplikasikan nya pada data-data yang ada.

Ketika memahami setiap konsep yang ada, lalu tahu kapan harus digunakan, sampai akhirnya saya bisa menganalisis data yang ada, ada kepuasan tersendiri yang saya rasakan.

Sekarang saya mengenal statistik sebagai suatu keseluruhan bukan hanya sebagai “proses menghitung” nya saja..

Mungkin statistik yang sudah saya pelajari masih sebagian kecil dari statistik yang sebenarnya..

Namun saya yakin, statistik akan tetap menyenangkan jika saya tetap mau menikmatinya setiap prosesnya seperti yang saya lakukan sekarang..


-vivi julietta-

0 comments: